Saturday, December 30, 2017

Serindit Sulawesi Dengan Suaranya Yang Nyaring

Serindit Sulawesi Dengan Suaranya Yang Nyaring

Serindit sulawesi Loricullus stigmatus adalah spesies burung serindit dalam familiPsittaculidae.
Burung ini endemik atau terdapat di Pulau Sulawesi dan pulau-pulau satelitnya (Pulau Lembeh, Bangka, Manterawu, Muna, Butung, dan Kepulauan Togian).

Namun serindit jenis ini masih sangat jarang dilombakan di perlombaan burung, Umumnya  jenis yang dilombakan adalah jenis serindit melayu / blue-crowned hanging parrot (Loriculus galgulus) yang hanya dijumpai di Sumatera, Kalimantan, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Di Indonesia terdapat sembilan jenis spesies burung serindit, sebagian di antaranya merupakan burung endemik (hanya dijumpai di Indonesia saja, bahkan di pulau tertentu saja).

Berikut 9 jenis burung serindit yang terdapat diindonesia:

⏩ Serindit melayu / blue-crowned hanging- parrot (Loriculus galgulus)
Habitat di Sumatera, Kalimantan, Brunei Darussalam, Semenanjung Malaysia (Malaysia dan Singapura), serta Thailand.  Status keberadaan tidak terlalu mengkhawatirkan.

⏩ Serindit jawa / yellow-throated hanging parrot ( Loriculus pusillus) 
Burung endemik di Jawa dan Bali, dengan status keberadaan Hampir punah karna terlalu sering diburuh.

⏩ Serindit sangihe / sangihe-hanging parrot (Loriculus catamene)
Burung endemik di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Dengan Status hampir punah.

⏩ Serindit flores / wallace’s hanging parrot (Loriculus flosculus) 
Burung endemik di Pulau Flores, NTT, dengan status Terancam.

⏩ Serindit maluku / moluccan hanging parrot (Loriculus amabilis)
Burung endemik di Maluku Utara yang meliputi Pulau Morotai, Halmahera, Kasiruta, dan Bacan) Statusnya kurang.

⏩ Serindit sula / sula hanging parrot (Loriculus sclateri)
Burung endemik di Pulau Sula dan Banggai, dengan status berkurang.

⏩ Serindit papua / orange-fronted Hanging-parrot (Loriculus aurantiifrons)
Habitatnya di seluruh dataran rendah Papua, serta Pulau Misool, Waigeo, Karkar, Goodenough, dan Fergusson, sampai ketinggian 300 m (jarang sampai 1.200 m). Dijumpai pula di Kepulauan Bismarck. Statusnya terancam.

⏩ Serindit paruh merah / pygmy hanging parrot (Loriculus exilis)
Burung endemik di Sulawesi, dengan status terancam.

⏩ Serindit sulawesi / maroon-rumped hanging parrot (Loriculus stigmatus)
Burung endemik di Subkawasan Sulawesi, yang meliputi Pulau Bangka, Lembeh, Manterawu, Kepulauan Togian, Muna dan Butung. Statusnya alias tidak terlalu mengkhawatirkan masih banyak ditemukan.

Burung serindit sulawesi mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan jenis serindit yang lain.

Serindit sulawesi memiliki suara yang melengking Karena postur tubuhnya yang lebih besar, maka serindit sulawesi sering juga disebut sebagai great-hanging parrot, dan terkadang disebut dengan istilah sulawesi hanging parrot.

Burung ini juga memiliki beberapa nama lokal di Sulawesi, misalnya Pinji (Palolo) kaamanji (Buton), karea (Buru), mansi (Muna), tintido (Gorontalo), dan tintis (Minahasa). Panjang tubuhnya sekitar 16-16.5 cm.

Bandingkan dengan jenis serindit lainnya yang panjang tubuhnya rata-rata hanya 13 cm.

Serindit sulawesi mempunyai tubuh yang didominasi bulu berwarna hijau, namun ada beberapa bercak merah pada sebagian tubuhnya, yaitu tenggorokan, tunggir, dan tepi sayap depan. Paruhnya berwarna hitam polos.

Burung serindit jantan mudah dikenali dari bercak merah di bagian dahi dan mahkota, serta irisnya yang berwarna kuning pucat.

Burung serindit betina memiliki dahi dan mahkota berwarna hijau polos dengan iris kecokelatan.

Serindit sulawesi gemar merangkak dan umum ditemukan di hutan-hutan primer dan sekunder di dataran tinggi, tepian hutan, hutan mangrove, hutan pesisir, perkebunan kelapa dan kebun-kebun warga dengan pepohonan yang jarang, dan juga dipepohonan buah.

Sama seperti delapan spesies lainnya, serindit sulawesi sering ditemukan sendiri atau berpasangan ketika mencari pakan seperti buah-buahan yang berasa manis dan nektar.

Burung ini senang menghisap nektar bunga, terutama bunga kelapa yang menjadi favoritnya karna terasa manis.

Meski termasuk dalam kategori tidak terlalu mengkhawatirkan, serindit sulawesi tidak bisa diperjualbelikan secara sembarangan, untuk menjaga keberadaanya agar tetap terjaga.

Pasalnya, spesies ini sudah dimasukkan dalam daftar Appendix II, yang berarti bisa diperdagangkan dengan pengaturan yang telah ditentukan.

Seperti 8 spesies lainnya, serindit sulawesi gemar merangkak dan menggantung di dalam sangkar, dengan keunikanya pada saat tidur terbalik.

Meski sudah banyak yang memelihara serindit, tetapi belum banyak orang yang mau menangkarnya dengan alasan kurang menguntungkan dan /kurang informasi untuk bagaimana cara menangkarnya.

Suara serindit sulawesi cukup melengking, penuh dencingan dan decitan yang tajam lebih mirip suara tikus.

Suara kicauan aslinya terdiri atas 1-2 nada nyaring yang diulang-ulang, dengan nada pertama terdengar cukup nyaring.

Apabila rajin dimaster, burung serindit juga bisa meniru beragam suara kicauan jenis burung lainnya.

Anda bisa memasterkanya dengan suara suara burung lainya yang memiliki suara yang merdu, agar burung serindit menirunya.

Makanan burung serindit tidak berbeda dengan makanan dengan serindit jenis lainya. Yaitu memakan nektar atau buah yang manis seperti: pisang, tebu, jambu, pepaya dll.

Itulah informasi tentang burung serindit sulawesi. Dan jenis-jenis serindit yang ada diindonesia.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon