Wednesday, July 18, 2018

Cara Merawat Burung Jalak Rio rio Supaya Cepat Gacor dan Ngecret

Cara Merawat Burung Jalak Rio rio Supaya Cepat Gacor dan Ngecret

Burung Jalak Rio rio merupakan salah satu jenis burung kicau yang hidupnya hanya dapat di temukan di daerah pulau sulawesi saja seperti pulau Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Pulau Sulawesi Utara, karna keberadaanya hanya terdapat di Pulau Sulawesi saja jadi burung ini merupakan burung endemik Sulawesi.

Burung Rio rio ini banyak mendiami hutan-hutan yang terdapat banyak sekali pepohonan besar yang ada di Sulawesi dengan ketinggian hutan mencapai 1.000 sampai 1.100 diatas permukaan laut (dpl). Di alam bebas burung Rio rio lebih gemar mencari makan secara bergerombol setiap kelompok biasanya berjumlah 150 sampai 200 ekor untuk setiap kelompoknya.

Burung Rio rio biasanya memakan berupa buah-buahan, biji-bijian dan juga berupa seranga-serangga kecil seperti belalang, jangkrik dan juga ulat. Untuk musim kawin burung Jalak Rio rio ini biasanya terjadi pada awal bulan Mei.

Pada saat awal musim kawin, biasanya burung Jalak Rio rio ini terbang secara bersar-besaran untuk mencari tempat yang cocok untuk mereka bersarang, mereka biasanya bersarang di Pohon besar yang sudah lapuk.

Burung Jalak Rio rio membuat sarangnya dengan cara melubangi pohon-pohon yang sudah kering dan lapuk tersebut sama halnya dengan sarang burung Serindit, di dalam lubang itulah mereka menyimpan telur-telur mereka. Setiap indukan biasanya hanya akan bertelur sebanyak 2 butir telur saja, dan yang akan selamat biasanya hanya 1 ekor anakan saja.

Ciri - ciri Burung Jalak Rio rio

Untuk ukuran tubuh burung Jalak Rio rio ini masuk dalam kategori burung yang berukuran sedang, dengan panjang 20 - 21 cm. Dengan warna bulu yang berwarna keabu-abuan / abu-abu tua, dengan warna sayap berwarna abu-abu lebih gelap. Dan warna pada bagian tunggirnya yaitu kemerahan dan juga orange. Dan Memiliki ukuran paruh yang besar dan panjang, yang berwarna kuning dan juga jingga.

Jika dulu burung Jalak rio rio ini sangat sering di temukan di arena kontes burung untuk di perlombakan suara kicauanya yang sangat khas tersebut. Namun sekarang ini tidak pernah lagi diadakan perlombaan untuk jenis burung Jalak rio rio ini. Ntah apa yang menyebabkanya.

Cara Membedakan Jenis Kelamin Jantan dan Betina Jalak Rio rio

Untuk sobat yang memiliki burung jalak rio rio ini dan tidak tahu cara membedakan jenis kelamin burung jantan dan betina silahkan simak ulasanya berikut ini.

Untuk membedakan jenis kelamin burung Jalak rio rio jantan dan betina sangatlah mudah, pada burung Jalak rio rio jantan memiliki warna tunggir atau punggungnya yaitu berwarna Merah. Sedangkan pada jenis burung Jalak rio rio berjenis kelamin betina memiliki warna tunggir atau punggungnya berwarna orange.

Cara Merawat Burung Jalak Rio rio Agar Cepat Gacor


1. Pemberian Makanan BerNutrisi

Untuk perawatan burung Jalak Rio rio ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan jenis burung Jalak pada umumnya, seperti pemberian buah-buahan setiap hari seperti buah pepaya, ataupun buah pisang dengan cara mengolesi madu pada buah tersebut. Ataupun juga bisa memberikan berupa serangga-serangga kecil seperti jangkrik atau kroto, dengan begitu keperluan nutrisi burung dapat terpenuhi dengan baik.

Namun, pemberian buah-buahan harus di ukur, jangan terlalu banyak, karna pemberian buah-buahan yang terlalu banyak akan membuat burung menjadi malas untuk berbunyi. Begitupun dengan pemberian serangga yang terlalu banyak memiliki efek sampaing seperti kerontokan pada bulu-bulunya.

2. Memandikan Burung Jalak Rio rio Setiap Hari.

Dalam hal memandikan burung ini, sobat tidak perlu memandikanya dengan cara di semprot seperti halnya pada saat memandikanjenis burung kicau pada umumnya, cukup dengan memberikan wadah yang  berisi air di dalam kandangnya, alangkah baiknya jika sobat memberikan 2 wadah didalam kandangnya.

Wadah yang pertama berukuran agak kecil, ini meruapakan tempat untuk minum burung. Sedangkan wadah yang kedua berukuran lebih besar, ini untuk tempat burung mandi. Sobat juga harus memperhatikan air tempat mandimya, sebaiknya ganti air mandinya setiap hari.

3. Menjemur Burung Jalak Rio rio di Bawah Terik Matahari

Nah, setelah obat melihat burung telah selesai mandi di dalam tempat mandinya, sebaiknya sobat menjemurnya di bawah terik matahari, agar bulu-bulunya cepat mengering agar burung tidak menjadi kedinginan. Untuk waktu penjemuranya ini tidak perlu di lakukan terlalu lama, cukup 30 sampai 60 menit saja. Intinya sih, sampai bulu-bulunya kering total.

4. Membersihkan Kandang Secara Rutin

Selain itu juga sobat harus memperhatikan kebersihan kandangnya. Sebaiknya sobat membersihkan kandangnya setiap sehari sekali ataupun setiap dua hari sekali. Biasanya yang membuat burung Jalak Rio rio sobat sulit untuk gacor di sebabkan oleh kandangnya yang sangat kotor.

Maka dari itu sobat harus membersihkan kandangnya dari kotoran-kotorannya yang menempel pada kandang agar burung tidak terserang penyakit yang membuat kesehatanya menurun. Perhatikan juga wadah tempat minumnya, jika ada terdapat kotoran di dalamnya, sebaiknya cepat ganti air minumnya dengan air yang bersih agar burung tidak terserang bakteri yang berbahaya.

5. Memberikan Suara Masteran

Nah, ini merupakan langkah yang tidak boleh sobat lewatkan dalam proses perawatan burung Jalak Rio rio sobat, jika ingin burung Jalak rio rio sobat ceoat buka paruh, sebaiknya sobat sering-sering memberikan suara masteran burung jalak rio rio yang sudah gacor.

Jika sobat tidak memiliki burung Jalak rio rio yang sudah gacor, sobat cukup memberikanya suara rekaman jalak rio rio yang sudah di muat dalam bentuk mp3. Pemberian pemasteran seperti ini jika di lakukan setiap pagi dan sore hari secara teratur setiap hari, dapat membuat burung cepat gacor.













Monday, July 16, 2018

Cara Memilih Burung Perkutut Ombyokan Yang Berkualitas dan Gacor

Cara Memilih Burung Perkutut Ombyokan Yang Berkualitas dan Gacor 

Cara Memilih Burung Perkutut Ombyokan Yang Berkualitas dan Gacor - Burung Perkutut merupakan salah satu jenis burung kicau yang pada saat ini termasuk salah satu jenis burung kicau yang paling di gemari untuk di pelihara sebagai penghias rumah ataupun sebagai burung kontes.

Untuk sobat yang masih awam dalam dunia burung, pasti sobat masih kebingungan dalam membedakan jenis burung Perkutut yang berkualitas dan yang tidak berkualitas. Karna jika sobat membeli burung Perkutut tersebut di pasar burung dan masih dalam ombyokan pastinya banyak sekali burung Perkutut di dalamnya yang memiliki sifat yang berbeda-beda.

Ada satu hal yang paling umum di lakukan oleh para pecinta Perkutut mania yang sudah master dalam dunia burung, mereka memiliki satu cara yang paling umum dilakukan dalam memilih burung Perkutut Ombyokan yaitu memilih jenis burung Perkutut yang berjenis kelamin jantan.
Baca Juga: 10 Cara Perawatan Perkutut Yang Baik dan Benar
Karna pada umumnya burung Perkutut jantan lebih sering berbunyi dan lebih gemar manggung di bandingkan dengan jenis burung Perkutut betina. Selain harus memilih burung Perkutut berjenis kelamin jantan, sobat juga harus memilih burung Perkutut yang sehat, hal ini bisa di tandai dengan melihat cara makanya, burung Perkutut yang sehat memiliki nafsu makan yang sangat tinggi, selain itu juga pilihlah jenis burung Perkutut yang paling mendominasi kondisi kandang ombyokan.

Cara diatas merupakan hanyalah salah satu tips dari beberapa cara yang digunakan dalam memilih burung Perkutut yang berkualitas dan prospek gacor. Untuk tips yang lebih jelasnya silahkan simak ulasanya berikut ini.

Cara Memilih Burung Perkutut Ombyokan Yang Berkualitas dan Gacor


1. Memilih Burung Perkutut Yang Memiliki Bola Mata Bulat

Yang pertama yang harus sobat perhatikan dalam memilih jenis burung Perkutut ombyokan yang berkualitas yaitu melihat bentuk bola matanya. Cara yang satu ini telah dipercaya ampuh oleh para pecinta Perkutut mania dalam memilih jenis burung Perkutut yang berkualitas.

Pilihlah jeni burung Perkutut yang memiliki bentuk bola mata yang bulat dan bersih. Karna hal ini menandakan bahwa jenis burung Perkutut tersebut rajin berbunyi dan akan mudah untuk dilatih.

2. Memilih Burung Perkutut Yang Memiliki Paruh Yang Panjang

Hal selanjutnya yang harus sobat perhatikan juga dalam memilih jenis burung Perkutut yang berkualitas yaitu melihat bentuk paruhnya. Jenis burung Perkutut yang berkualitas dan nantinya sangat rajin berbunyi di percaya memiliki bentuk paruh yang panjang dan agak besar.

3. Memilih Burung Perkutut Yang Memiliki Lubang Hidung Besar

Selanjutnya yaitu, pilihlah jenis burung Perkutut yang memiliki bentuk lubang hidung yang besar. Hal ini menandakan bahwa jenis burung Perkutut tersebut memiliki suara kicauan yang nyaring dan lebih besar.

4. Melihat Bulu Blang Hitam Yang Ada di Lehernya

Selanjutnya sobat juga harus memperhatikan bentuk garis-garis hitam yang ada di tubuh burung Perkutut, saran saya pilihlah burung Perkutut yang memiliki bantuk garis hitam yang ada di tubuhnya berbentuk jelas. Hal ini menandakan bahwa jenis burung Perkutut itu mudah berbunyi dan tidak gampang stres.

5. Melihat Warna Abu-Abu Yang Ada di Tubuhnya

Pilihlah jenis burung Perkutut yang memiliki warna abu-abu yang ada ditubuhnya lebih cerah dan lebih melebar, hal ini menandakan bahwa jenis burung Perkutut tersebut memiliki mental yang sangat bagus.

6. Melihat Bentuk Punggung Burung Perkutut

Selanjutnya yaitu sobat juga harus memilih jenis burung Perkutut yang memiliki bentuk punggung yang lebih menonjol keatas, hal ini di percaya bahwa jenia burung Perkutut tersebut akan memiliki suara kicauan yang nyaring, besar dan sangat bervariasi.

7. Melihat Bentuk Postur Tubuh Burung Perkutut

Saran saya, pilihlah jenis burung Perkutut yang memiliki bentuk postur tubuh yang memiliki ukuran yang besar dan bulat. Hal ini di percaya bahwa jenis burung Perkutut tersebut memiliki suara kicauan yang lebih besar dan nyaring.

Nah, itulah tadi beberapa tips memilih burung Perkutut ombyokan yang prospek gacor dan berkualitas. Semoga artikel ini bermanfaat.



Saturday, July 14, 2018

Cara Menjinakan Burung Kepodang Liar

Cara Menjinakan Burung Kepodang Yang Masih Liar

Burung Kepodang atau dengan nama latin The Black-naped Oriole (Oriolus chinensis) ini meruapakan salah satu jenis burung kicau yang hidupnya dapat di temukan di daerah-daerah hutan yang memiliki pepohonan yang sangat rimbun.

Burung Kepodang adalah salah satu jenis burung pengicau (passeriformes) yang memiliki ukuran tubuh sedang yaitu sekitar 25 sampai 28 cm. Burung Kepodang ini termasuk burung dari genus oriolus yang berasal dari daratan Asia salah satunya yaitu yang paling terkenal yaitu daratan China.

Di Indonesia sendiri pemburu atau penghobi burung Kepodang ini masih sangat tinggi, hal ini bisa di lihat banyaknya komunitas-komunitas burung Kepodang yang bermunculan di media online ataupun media offline. Banyak dari mereka memelihara burung Kepodang ini dikarenakan oleh suara yang dihasilkan oleh burung ini sangatlah merdu, selain memiliki suara kicauan yang sangat merdu, penampilan dari bulu-bulunya pun tidak kalah menariknya.

Warna dari bulu-bulu tubuh dari burung Kepodang ini yaitu Warna kuning cerah dan hitam yang terpadu di beberapa bagian tubuhnya, pada bagian tubuhnya warna kuling lebih mendominasi, sedangkan pada bagian kepalanya terdapat warna kuning dan garis warna hitam yang melewati mata dan tengkuknya membuat enak sekali di pandang.

Sedangkan pada bagian sayap dan kakinya warna hitam yang lebih mendominasinya. Pada bagian bawah tubuh atau perutnya berwarna agak keputih-putihan dengan burik hitam dan iris mata berwarna merah.

Sedangkan ukuran paruhnya lumayan besar, paruh dari burung kepodang berbentuk melengkung kebawah dengan panjang bisa mencapai 3 cm dengan warna pink agak keputihan.

Pada umunya burung kepodang hidup di alam liar secara berpasang - pasangan. Hal ini bisa di lihat pada saat mereka mencari makan, biasanya burung akan berbunyi sambil terbang bersama pasanganya.

Selain hidup secara berpasangan dalam merawat anak-anaknya pun mereka selalu bersam-sama. Burung kepodang betina piawai membangun sarangnya dengan teliti dan rapi. Mereka biasa membuat sarangnya dengan menggunakan bahan-bahan dari ranting-ranting pohon yang kering.

Untuk membedakan jenis kelamin burung Kepodang jantan dan betina pun cukup mudah, ini adalah cara paling umum yang di lakukan oleh para pecinta burung Kepodang di indonesia. Mereka biasanya melihat perbedaan burung Kepodang jantan dan betina dengan cara melihat warna kuning pada bagian tubuhnya, pada Kepodang jantan warna kuning di bagian tubuhnya lebih terang dan cerah, sedangkan pada Kepodang betina sebaliknya.
Baca Juga: Daftar Harga Burung Kepodang Terbaru 2018
Di alam liar Burung Kepodang bisanya mencari makan berupa buah-buahan seperti pepaya dan pisang, selain itu juga mereka biasanya memakan biji-bijian yang banyak terdapat di hutan. Tidak jarang juga mereka biasanya memakan serangga-serangga kecil seperti jangkrik dan belalang.

Seperti yang kita tahu bahwa burung Kepodang ini merupakan jenis burung yang hidupnya lebih suka berada di hutan, yang dimana tempat tersebut jauh dari jangkauan manusia. Hal inilah yang membuah burung Kepodang yang ada di pasar-pasar burung ataupun di penghobi burung jarang yang jinak, karna pada dasranya burung ini merupakan burung hutan.

Namun, jangan khawatir karna pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tips tentang cara menjinakan burung Kepodang dengan berbagai pelatihan dan perawatan yang harus di lakukan secara teratur sampai burung Kepodang milik sobat jinak sepenuhnya. Simak ulasannya berikut ini.

Cara Menjinakan Burung Kepodang Yang Masih Liar


1. Penempatan Samgkar Kepodang

Hal yang paling awal yang harus sobat lakukan dalam proses penjinakan burung Kepodang ini yaitu sobat harus memperhatikan penempatan sangkarnya. Penempatan sangkar ini tidak boleh di spelekan, karna jika burung tidak cocok dengan linkungan sangkarnya burung akan terus glabakan dan menjadi stres.

Nah, untuk penempatan sangakrnya yang menurut kami lebih cocok agar burung bisa tenang dan berangsur-angsung menjadi jinak yaitu, tempatkan sangkarnya di tempat yang sepi dan jauh dari suara bising manusia atau suara kendaraan. Selain memperhatikan penempatan sangkarnya, sobat juga harus memberikan pakan dan minumnya di dalam sangkarnya, agar burung bisa tenang dan senag melihat banyak makanan.

2. Memperhatikan Makanan Yang diberikan Pada Kepodang

Nah, selain harus memperhatikan penempatan sangkarnya, sobat juga harus memperhatikan asuman makanannya, berikan makanan yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi seperti halnya voer dan buah-buahan segar seperti buah pisang, apel, pepaya, jambu biji dan juga jenis buah-buahan lainya yang memiliki kandungan gizi yang tinggi. Selain memberikan buah-buahan segar, sobat juga bisa memberikanya berupa serangga-serangga kecil seperti jangkrik, kroto dan ulat hongkong.

3. Memandikan Burung Kepodang Sampai Basah Kuyub

Sama halnya dengan cara menjinakan burung kicau pada umumnya yaitu tidak luput dengan cara memandikan burung. Dalam proses penjinakan burung kicau biasanya sobat kicau mania memandikan burung kesayanganya yang masih liar dengan cara menyemprotnya dengan menggunakan semorotan burung sampai basah kuyub.

Lakukan teknik ini untuk memandikan burung Kepodang sobat, agar burung bisa jinak dalamwaktu yang cepat. Memang cara ini merupakan cara yang sangat extrim, tapi cukup mujarap dalam menjinakan burung Kepodang. Karna pada saat burung Kepodang sedang dalam basah kuyub dan merasa sangat kedinginan mereka akan membakar semua kalori yang ada dalam tubuhnya demi menghangatkan tubuhnya. Alhasil mereka akan merasa sangat kelaparan.

Nah, pada saat si burung merasa kelaparan inilah sobat bisa mengambil kesempatan calam menji akanya dengan cara memberikannya pakan secara langsung dengan menggunakan tangan sobat langsung. Namun, pada awal-awal sobat cukup memberikanya pakan berupa jangkrik dengan menggunakan lidi. Jika burung mau memakannya, selanjutnya sobat melatihnya dengan cara memberikanya jangkrik dengan tangan sobat langsung. Lakukan cara ini sampai burung mau nurut kemauan sobat.

4. Menjemur Burung Sampai Kering

Selanjutnya pada saat burung telah selesai dimandikan, selanjutnya sobat harus mengerinkan bulu-bulunya agar si burung tidak merasa kedinginan, untuk mengeringkan bulu-bulunya sobat bisa menjemurnya di bawah terik matahari langsung selama 1 sampai dua jam. Dalam menjemurnya sobat harus terus mengawasi burung sobat. Ditakutkan burung akan di serang binatan-binatang pemangsa seperti kucing dan tikus.

Nah, itulah tadi tips dari saya tentang cara menjinakan burung Kepodang yang masih liar. Agar proses penjinakan ini bisa sukses sepenuhnya, yang paling utama yang harus sobat lakukan yaitu ketlatenan dan juga kesabaran yang ekstra.


Cara Menjinakan Burung Puter Dalam Waktu Singkat

Cara Menjinakan Burung Puter Dalam Waktu Singkat

Burung Puter atau biasa di sebut dengan nama burung Aggungan ini merupakan salah satu jenis burung yang masih masuk dalam jenis keluarga burung Merpati. Keberadaan Burung Puter di Indonesia masih bisa di katakan dalam kategori aman.

Burung Puter memiliki tubuh yang berukuran sedang yaitu mencapai 30cm. Dengan ekor panjang dan berwarna coklat kemerahan. Burung Puter mirip dengan burung tekukur biasa hanya saja memiliki sedikit perbedaan pada warna bulu di bagian kepala berwarna lebih keabu-abuan, memiliki warna bercak hitam pada sisi leher bertepi putih dan tidak memiliki warna berbintik putih.

Dengan warna bagian tengah dadanya berwarna bulu coklat sampai ke ekornya. Dan pada kedua sisi bulu ekor berwarna abu-abu dengan tepian lebih putih. Warna Iris matanya yaitu jingga, paruhnya berwarna hitam dengan pangkal warna merah dan kakinya berwarna merah agak keunguan.

Dikatan burung ini masih masuk dalam kategori aman, karna Burung Puter ini masih sering kita temukan di daerah-daerah perkembunan warga seperti persawahan, daerah lapang ataupun bahkan bisa dapat kita temukan di pekarangan rumah-rumah warga.

Di indonesia sendiri burung Puter tidak hanya di jadikan sebagai binatang peliharan penghias rumah saja. Melainkan juga banyak sekarang ini berdiri kontes-kontes burung yang memperlobakan jenis burung Puter ini, di dalam perlombaan tersebut mereka memperlombakan burung Puter dengan membandinkan kualitas suara ataupun durasi suara yang di keluarkan burung Puter dari masing-masing kontestan.

Tidak heran biasanya kita melihat berita-berita yang mengkabarkan bahwa burung Puter ini bisa di hargai dengan harga yang sangat tinggi. Karna burung tersebut memiliki kelebihan tersendiri yang tidak di miliki oleh burung Puter pada umumnya seperti memiliki kualitas suara yang sangat baik, atau juga memiliki durasi suara yang lumayan panjang.

Untuk memiliki burung Puter yang memiliki kualitas suara ataupun durasi suara yang panjang, memerlukan beberapa pelatihan tersendiri yang harus di lakukan secara teratur dan yang paling penting dibutuhkanya kesabaran yang sangat tinggi. Namun, sebelum masuk kedalam tips bagaimana perawatan harian burung Puter.

Sebaiknya sobat harus mengetahui terlebihdahulu bagaimana cara menjinjinakan burung Puter milik sobat. Karna hal utama yang harus di capai terlebih dahulu sebelum mendapatkan burung Puter yang gacor dan pintar, kita harus menjinakanya terlebih dahulu, bagaimana mau gacor kalo masih liar.

Untuk mengetahui bagaimana cara menjinakan burung Puter dalam waktu singkat. Silahkan simak terus tips ini sampai selesai.

Cara Menjinakan Burung Puter Dalam Waktu Singkat


1. Memandikan Burung Puter Setiap Pagi

Hal yang pertama yang harus sobat lakukan dalam menjinakan burung Puter ini yaitu harus menadikanya setiap pagi hari. Dalam memandikanyapun sobat harus membuatnya sampai basah kuyup. Waktu yang paling tepat untuk memandikan burung Puter sobat yaitu pada pukul 07.00-07.30 pagi hari.

Mengapa burung harus dimandikan sampai basah kuyup? Hal ini dikarnakan pada saat burung basah kuyub, mereka akan berusaha menghangatkan tubuhnya dengan membakar semua kalori yang ada di dalam tubuhnya. Alhasil burung tersebut bisa loyo dan merasa sangat lapar.

Nah, disisnilah sobat bisa mengambil kesempatan dengan cara memberikannya berupa jangkrik segar ataupun belalang segar dengan menggunakan tangan langsung, namun jika burung masih belum mau makan langsung dari tangan sobat, sobat bisa memberikanya dengan cara menggunakan lidi. Lakukan cara ini sampai lama-kelamaan burung mau makan langsung dengan tangan sobat.

2. Menjemur Burung

Setelah proses memandikan telah sobat lakukan, selanjutnya yaitu sobat harus menjemurnya di bawah terik sinar matahari langsung selama beberapa menit tepatnya sampai bulu-bulunya kering total. Hal ini di lakukan agar burung tidak merasa kedinginan dan sakit. Nah, setelah itu sobat bisa lanjut ke tips berikutnya.

3. Memperhatikan Penempatan Sangkarnya

Selanjutnya yaitu sobat harus memperhatikan juga penempatan sangkarnya, agar burung Puter bisa jinak dan terbiasa dengan keberadaan manusia, sobat harus menempatkan sangkarnya pada tempat yang banyak di lalui oleh manusia seperti dekat pintu sobat atau jalan menuju rumah sobat.

Hal ini dilakukan agar bisa menciptakan mental burung tidak takut lagi dengan keberadaan manusia. Agar supaya burung tidak glabakan lagi di dalam sangkarmya saat di lihat dengan jarak yanga dekat. Untuk ketinggian penempatan sangkarnyapun bisa sobat sesuaikan sendiri, yang terpenting ialah jaraknya dari tanah semakin hari harus semakin rendah dari tanah.

4. Sering Bermain-main Dengan si Burung

Nah, untuk yang selanjutnya yaitu sobat harus sering-sering mengajak si burung bermain main dengan sobat, dengan cara menyiul-menyiulkanya sambil mendekatkan tangan sobat. Hal ini dilakukan agar bisa terciptanya kedekatan burung dengan sobat menjadi semakin rekat.

Selain dengan menyiul-nyiulkanya sobat juga bisa menciptakan rasa kedekatan sobat dengan si burung dengan cara menangkapnya lalu memberinakanya pakan dengan tangan sobat. Untuk pakanya sobat bisa menggunakan jagung ataupun beras.

5. Memberikanya Pakan Yang Bergizi

Nah, setelah semua proses diatas telah sobat lakukan, selanjutnya yaitu sobat juga harus memperhatikan makananya. Berikan pakan yang memiliki gizi yang tinggi seperti halnya poor ataupun bama agar kecerdasan burung semakin meningkat dan lebih mudah untuk di jinakan.

Nah, itulah tadi tips menjinakan burung puter dalam waktu singkat. Semoga bermanfaat. Yang perlu sobat perhatikan dalam proses penjinakan ini yaitu kesabaran dan ketlatenan yang tinggi. Agar apa yang sobat mau bisa tercapai dalam waktu yang singkat.


Friday, July 13, 2018

Ciri ciri Burung Merpati Balap Yang Berkualitas dan Memiliki Mental Juara

Ciri ciri Burung Merpati Yang Berkualitas dan Memiliki Mental Juara

Burung Merpati balap merupakan jenis burung Merpati yang memiliki kelebihan tersendiri di bandingkan dengan jenis burung Merpati pada umunya. Berbeda dengan jenis burung Merpati pada umumnya yang biasanya hanya di jadikan sebagai burung ternak atau hanya dijadikan burung penghobi saja.

Burung Merpati Balap memiliki Ciri-ciri khusus yang tidak dimiliki oleh jenis burung Merpati biasa, ciri khusunya yaitu bisa di tandai dengan bentuk tubuhnya yang lebih ideal dan gagah. Bentuk tubuh yang bagus inilah yang menunjang kebrhasilan burung Merpati di arena perlombaan, selain itu juga keberhasilan burung Merpati balap di arena perlombaan dapat tercapai jika di trmpuh dengan latihan yang bagus pula.

Jadi bisa di kata bahwa burung Merpati bisa meraih juara di arena perlombaan tidak hanya memerlukan bentuk tubuh yang udeal dan bagus saja, melainkan juga di perlukan latihan yang bagus dan teratur.

Sedikit tips untuk sobat Merpati mania, jika sobat ingin memilih jenis Merpati balap yang berkualitas bagus, sobat harus tau betul jenis keturunanya, jangan asal memilih, karna faktor utama yang mendasar bahwa jenis burung Merpati itu merupakan Burung Merpati balap maka indukanya pun harus Merupakan jenis Burung Merpati Balap.

Karna faktor genetik dari indukan burung Merpati balap tersebut pastinya akan di turunkan pada keturunanya. Sama hal nya dalam memilih jenis burung Merpati hias, tentunya sobat harus tau betul indukan dari burung Merpati itu.

Baiklah, berikut ulasan tentang cara memilih jenis burung Merpati Balap yang memiliki kualitas yang bagus, dan juga burung Merpati Balap yang memiliki jiwa juara.

Ciri-ciri Merpati Balap Yang Berkualitas Bermental Juara



1. Bentuk Paruhnya

Burung Merpati yang berkualitas memiliki bentuk paruh yang kecil, runcing, keras dan juga sedikit melengkung. Bentuk paruh yang seperti ini menandakan bahwa burung Merpati tersebut keket dan sangat bersemangat untuk mengejar betinanya hal inilah yang diperlukan oleh burung Merpati yang akan di ikutkan perlombaan. Karna semakin cinta burung Merpati tersebut kepada pasanganya berarti semakin bagus pula saat mengejar pasangannya kdengan kecepan yang luar biasa.

2. Memiliki Bentuk Mata Yang Bulat, Kecil dan Juga Bening

Untuk ciri-ciri burung Merpati yang berkualitas selanjutnya dapat di lihat dari bentuk matanya. Ternyata bentuk matanyapun sangat berpengaruh terhadap kecepatanya dan keakuratanya saat terbang. Pada saat Burung Merpati Balap tersebut berada di arena perlombaan, tentunya dia akan merasa sangat bingung melihat begitu banyaknya pasangan Merpati yang ada di dekatnya. Maka dari itu Burung Merpati Balap tersebut membutuhkan mata yang tajam untuk mengenali pasangannya. Nah, bentuk mata yang kecil dan bukat inilah yang memiliki keakuratan yang tinggi dalam mengenali pasanganya.

Seperti yang kita tahu bahwa pada saat berada di arena balap Burung Merpati balap akan  ditantang untuk melihat betinanya dengan jarak yang cukup jauh, biasanya mencapai jarak 800 sampai 1500 CM. karena itu merpati balap yang baik harus bermata bening dan pupil kecil untuk mendukung pandangannya tetap akurat dan fokus.

3. Memiliki Bentuk Paruh Yang Sedang Tidak Terlalu Panjang dan Tidak Terlalu Pendek.

Ciri selanjutnya yang menandakan bahwa Burung Merpati tersebut berkualitas bisa di tandai dengan ukuran dan bentuk leher. Bentuk leher yang sedang dan agak berisi sangat mempengaruhi kelincahan burung Merpati tersebut saat terbang. Leher yang bagus bagi Burung Merpati adalah seperti stang sepeda motor, kurang lebih seperti itulah.

Mengapa harus memiliki bentuk leher yang sedang? Karna bentuk leher Burung Merpati yang terlalu pendek tidak menunjukkan kelincahan Merpati tersebut saat terbang, burung Merpati seperti ini  tidak cocok dijadikan burung Merpati balap. Sedangkan burung Merpati yang memiliki bentuk leher yang terlalu panjang pula tidak bagus, karna akan membuat penampilan terbang burung menjadi lambat dan berkurang kelincahannya.

4. Memiliki Bentuk Dada Yang Tegak dan Berisi

Ciri selanjutnya yang dimiliki burung Merpati Balap yang berkualitas yaitu memiliki bentuk dada yang tegak dan terlihat gagah. Burung Merpati jantan yang memiliki ciri seperti ini biasanya akan di hargai lumayan mahan, selain itu juga dapat menarik pasangannya dan sangat menarik di mata Merpati mania.

Postur tubuh yang tegak dan berisi seperti ini akan sangat mendukung kelincahan dan kecepatannya saat terbang.
Selain sangat cocok untuk di jadikan sebagai burung Merpati lomba, juga sangat bagus jika di jadikan bibit agar menghasilkan anakan-anakan Merpati yang berkualitas pula.

5. Memiliki Ukuran Sayap Yang Panjang

Burung Merpati yang berkualitas memiliki bentuk sayap yang panjang dan juga bersih. Dan Pada saat burung tersebut melipat sayapnya posisi panjang sayap akan sama dengan ujung ekornya. Ujung sayap berada pada posisi sepanjang ujung ekor. Atau jika tidak, panjang sayap tidak terlalu jauh dari ujung ekornya.

Dengan sayap yang panjang dan berisi akan mendukung kecepatan brung Merpati balap pada saat terbang di arena perlombaan. Namun, hal ini tidak bisa di jadika patokan utama pada saat memilih burung Merpati balap yang berkualitas di pasaran, karna biasanya bentuk sayapnya yang baru tumbuh tidak akan sejajar dengan ukuran ekornya. Dan saat memilihnya sobat tidak menduganya bahwa sayapnya tersebut baru tumbuh.

Selain harus memiliki bentuk sayap yang panjang dan sejajar dengan bentuk ekornya, Burung Merpati balap yang berkualitas juga harus memiliki sirip sayap tepi pada lembaran-lembaran sayapnya berbentuk lurus dan tidak melengkung.

Bentuk sirip sayap bagian luar burung Merpati pada umumnya berbentuk melengkung, namun berbeda dengan burung Merpati balap yang berkualitas. Bentuk sirip sayap bagian luarnya berbentuk lurus dan penuh. Selain itu, umumnya sayap burung Merpati, pada helai paling luar memiliki panjang yang lebih pendek dari helai lebih dalamnya. Pada burung merpati balap yang baik, helai paling luar dari bulu sayap memiliki panjang yang paling panjang dari helai lainnya. Sehingga akan berbentuk lurus dari dalam keluar karena helai paling luar akan paling panjang dari yang dalam.

6. Mampu Mengukur Ketinggian Terbangnya.

Salah satu ciri yang mendasar bahwa Burung Merpati Balap tersebut bisa dikatakan berkualitas jika dia bisa mengukur ketinggianya saat terbang di arena perlombaan. Karna pada saat perlombaan burung Merpati yang bisa mengukur ketinggian terbangya sejajar dengan sang betinanya akan lebih cepar kekuatan terbangya. Hal ini biasa terjadi pada burung Merpati yang sering di latih oleh tuanya.

Nah, itulah tadi beberapa ciri-ciri yang wajib di miliki oleh burung Merpati Balap yang berkualitas. Jika burung Merpati sobat memiliki beberapa ciri-ciri diatas, selamat karna jenis burung Merpati sobat berarti berkualitas.

Wednesday, July 11, 2018

Cara Mengobati Penyakit Tetelo Pada Merpati Dalam Waktu Singkat

Cara Mengobati Tetelo Pada Merpati Dalam Waktu Singkat


Cara Mengobatai Penyakit Tetelo Burung Merpati - Burung Merpati merupakan salah satu jenis burung yang masuk kedalam jenis hewan unggas, yang mana burung inipun juga bisa mengalami yang namanya penyakit Tetelo.

Penyakit Tetelo merupakan penyakit yang menyerang unggas ayam ataupun burung Merpati yang datangnya secara tiba-tiba, baik itu burung sedang makan ataupun sedang terbang, kabarnya penyakit ini merupakan jenis penyakit yang sangat sulit untuk di sembuhkan secara total.

Selain itu juga untuk menyembuhkanya membutuhkan kerja keras dan usaha yang tlaten, jenis penyakit Tetelo ini merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf pada burung, sehingga membuat burung mengeluarkan perilaku-perilaku aneh, tidak seperti biasanya, penyakit Tetelo ini tidak boleh di anggap remeh karna jika tidak di tangani dengan benar penyakit ini bisa membuat burung mati.

Untuk sobat merpati mania yang belum paham betul tentang penyakit tetelo ini, silahkan simak ulasan berikut ini tentang Gejala yang di timbulkan burun Merpati yang mengalami penyakit Tetelo.

Gejala Yang di Timbulkan Burung Merpati Yang Terserang Penyakit Tetelo.

1. Gejala yang di timbulkan oleh burung Merpati yang terserang penyakit Tetelo yang pertama ialah leher dan kepala burung sering bergerak memutar, dari kanan ke kiri atau sebaliknya, sambil menurunkan kepalanya. Hal ini diakibatkan oleh otot syaraf leher burung terserang virus ND.
2. Gejala yang kedua di timbulkan oleh burung Merpati yang terserang penyakit Tetelo ialah burung menagalami gangguan pernapasan dan mengeluarka  suara serak pada saar berbunyi.
3. Jika terlambat dalam penanganan penyakit Tetelo ini, selama 1 sampai 2 hari, burung akan mengalami lumpuh atau tengleng.
4. Sering mengeluarkan perilaku yang aneh, seperti menetok-netok pada bagian tubuhnya sampai botak.

Nah, itulah tadi tentang gelaja-gejala yang akan di alami burung Merpati yang terserang penyakit Tetelo.

Dan berikut saya akan memberikan tips tentang cara mengobati penyakit Tetelo pada burung Merpati.

Untuk mengobati penyakit Tetelo pada burung Merpati menbutuhkan yang namanya kesabaran dan ketlatenan yang sangat tinggi. Karna penyakit Tetelo ini bukan penyakit yang seperti biasanya yang mudah untuk di sembuhkan, sebenarnya kata yang paling cocom bukan menyembuhkan burung Merpati dari penyakit Tetelo, melainkan memberikan terapi pada burung Merpati agar tidak terlalu sering terserang penyakit Tetelo ini.

Berikut Cara Menyembuhkan Penyakit Tetelo Pada Burung Merpati.

1. Yang pertama yang harus sobat perhatikan pada burung Merpati yang terserang penyakit Tetelo ialah memperhatikan asupan gizinya. Karna seperti yang kita tahu bahwa burung Merpati yang terserang penyakit Tetelo tidak bisa makan sedinri. Jadi sobat harus menyuapnya atau melolohnya sendiri.

Untuk meloloh burung Merpati tersebut sobat harus memberikan makanan-makanan yang bergizi tinggi seperti bubur bayi seperti burur kacang hijau atau beras merah, atau juga bisa memberikan berupa por ayam.
Untuk cara melolohny sobat bisa lakukan seperti pada saat meloloh anakan burung yang masih kecil, yaitu dengan menggunakan pipet burung atau semacamnya.

2. Selanjutnya sobat harus
menjemur burung Merpati dibawah terik matahari pagi setiap pagi hari. Agar burung bisa menjadi sehat kembali.

3. Selanjutnya pada saat burung di jemur di bawah terik matahari pagi, sobat harus mencabut bulu-bulu yang ada di bagian leher burung, lalu basuh menggunakan air hangat, sambil memijit-mijitinya dan loloh burung Merpati sobat dengan 2 butir jahe yang berukuran kecil.

4. Selanjutnya untuk menjaga stamina burung agar burung tidak loyo kecapean memutar-mutar kapalanya, sobat bisa melolohkan berupa madu segar pada burung dengan menggunakan pipet burung.

5. Nah, sobat bisa melakukan cara diatas ini setiap pagi hari sampai burung Merpati sobat sehat Total.









Cara Memilih Indukan Merpati Yang Bagus Untuk di Ternak

Cara Memilih Indukan Burung Merpati Yang Bagus Untuk di Ternak


Cara Memilih Indukan Burung Merpati Untuk di Ternak - Burung Merpati atau burung dara merupakan jenis burung unggas yang paling mudah di rawat dan di pelihara baik itu di pelihara sebagai penghobi saja ataupun sebagai burung untuk di budidaya.

Seperti yang kita tahu bahwa burung Merpati ini merupakan jenis burung yang sangat mudah untuk di rawat, sehingga juga untuk membudidayakannya pun sangat mudah, sobat hanya perlu menyiapkan sepasang burung Merpati jantan dan betina, dan mengandangnya dalam satu kandang.

Meskipun burung Merpati ini di kenal sebagai jenis burung yang mudah untuk di budidaya, baik itu di budidaya oleh orang yang sudah paham di dunia burung, ataupun orang yang masih awam di dunia burung sekali pun bisa membudidaya burung Merpati ini.

Namun, meskipun begitu sebaiknya untuk sobat yang masih sangat awam dalam dunia burung, jika sobat ingin membudidayakan burung Merpati ini sebaiknya sobat harus memilih indukan burung Merpati yang akan sobat budidaya nantinya, sehingga hasil yang sobat dapatkan bisa memuaskan.

Memilih indukan burung Merpati sebelum melakukan budidaya burung Merpati tidak boleh dianggap remeh, karna jika sobat salah dalam pemilihan indukan burung Merpati, ini pasti nantinya akan berdampak buruk terhadap proses ternak sobat, misalnya saja indukan burung Merpati sobat akan sulit untuk bertelur, karna pada dasarnya indukan Merpati yang sobat pilih yaitu jenis indukan yang kurang berkualitas.

Baca Juga: Cara Membuat Indukan Merpati Cepat Bertelur

Baiklah, berikut ulasan tentang tentang cara memilih indukan burung Merpati untuk di ternak.

Cara Memilih Indukan Burung Merpati Untuk di Ternak

Hal yang paling mendasar yang harus sobat ketahui dalam memilih indukan burung Merpati untuk di ternak yaitu pastinya indukan tersebut harus sehat. Sekali lagi sarankan satu hal ini sangat wajib terpenuhi.

Karna jika indukan burung Merpati yang sobat pilih tersebut memiliki kondisi tubuh yang sehat, tentunya hasil yang sobat dapatkan nantinya akan memuaskan. Nah, untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri indukan burung Merpati yang sehat, silahkan simak ulasanya berikut.

1. Ciri-ciri indukan burung Merpati yang sehat di tandai dengan bulu-bulu di seluruh bagian tubuhnya bagus dan bersih, selain itu juga bulu sayapnya tidak molor atau turun.
2. Ciri yang dimiliki indukan burung Merpati yang sehat selanjutnya yaitu, jika di tangkap indukan Merpati tersebut mengeluarkan perlawanan.
3. Selalu aktif di dalam kandangnya ataupun di luar kandangnya, dalam hal mencari pakan atau terbang, tidak mengkerut.

Saran saya dalam memilih indukan burung Merpati untuk di ternak ini, jangan memilih indukam Merpati yang sudah berumur tua tau afker. Karna hal ini akan membuat indukan burung Merpati sobat akan jarang atau sulit untuk bertelir, sehingga proses ternak burung Merpati sobat gagal.

Untuk mengetahui ciri-ciri indukan burung Merpati yang sudah berumur tua cukup mudah yaitu sobat cukup memperhatikan bagian-bagian berikut ini.

1. Daging atau kulit yang ada pada bagian paruhnya terlihat tebal.
2. Pada bagian hidungnya terdapat berupa kerutan daging tebal.

Sebaiknya jika sobat memilih indukan burung Merpati yang ada di dalam samgakar, sebaiknya sobat jangan langsung menangkap atau memilih indukan Merpati tersebut, saran saya perhatikan terlebih dahulu semua perilaku burung Merpati yang ada di dalam sangakar tersebut. Pilihlah burung indukan Merpati yang sangat mendominasi sangkar tersebut.

Sedikit tambahan untuk sobat yang belum tau tentang cara membedakan indukan burung Merpati jantan dan betina yang ada di dalam sangkar ombyokan, untuk burung Merpati jantan, memiliki ciri-ciri bentuk paruh yang lebih tebal atau besar, dan pada bagian lehernya lebih besar. Dan untuk burung Merpati betina memiliki ciri-ciri sebaliknya dari si pejantan.





Tuesday, July 10, 2018

Cara Membuat Merpati Cepat Bertelur Dalam Waktu Singkat

Cara Membuat Burung Merpati Cepat Bertelur

Burung Merpati atau biasa kita kenal dengan sebutan burung Dara ini merupakan salah satu jenis burung yang paling banyak di pelihara oleh pecinta burung ataupun orang yang tidak terlalu berminat untuk memelihara burung sekalipun gemar memelihara burung Merpati ini.

Karena seperti yang kita tahu bahwa jenis burung Merpati ini merupakan jenis burung yang sangat gampang beradaptasi di lingkungan barunya, selain itu juga burung Merpati perupakan jenis burung yang sangat gampang jinak dan patuh terhadap majikanaya, hal inilah yang membuat banyak sekali orang yang berminat untuk memelihara jenis burung yang satu ini, baik itu untuk di jadikan sebagai burung penghobi ataupun sebagai burung pembersih juga.

Burung pembersih? Burung Merpati sering disebut sebagai burung pembersih karena di kenal sebagai jenis burung yang sangat rakus sekali, jadi sangat cocok untuk sobat pelihara jika rumah sobat sering kelebihan makanan.

Selain itu juga banyak orang yang sengaja untuk memelihara burung merpati ini untuk di pelihara dan diternak. Karna di lihat dari harganya itu sendiri burung Merpati bisa di hargai lumayan tinggi, jadi sangat cocok untuk sobat yang lagi nganggur dirumah.

Namun, banyak juga yang mengeluhkan pada saat pertama kali mencoba untuk memelihara sekaligus untuk menangkar burung Merpati ini, biasanya burung sulit untuk bertelur, hal inilah yang membuat usaha untuk menangkar burung Merpati menjadi gagal.

Nah, untuk mengatasi burung Merpati yang sulit untuk bertelur tersebut, silahkan simak ulasanya berikut ini.

Cara Membuat Burung Merpati Cepat Bertelur

  1. Berikan pakan asinan pada burung Merpati seperti mencampurkan pakannya dengan kulit/cangkang telur yang sudah di tumbuk halus kedalam pakanya, cangkang telur tersebut sobat bisa menggunakan cangkang telur bebek. Asinan inipun tidak harus berupa kulit telur bebek saja, sobat juga bisa memberikan berupa asinan ini dengan Pasir pantai ataupun Kerikil batu bata
  2. Sobat juga bisa memberikan berupa beras merah kepada burung Merpati sobat, pemberian beras merah ini sebenarnya tidak perlu dilakukan setiap hari cukup 3 atau 7 hari sekali
  3. Sering menjemur burung Merpati secara berpasangan, di bawah terik matahari pagi.
  4. Untuk membuat burung Merpati cepat bertelur sobat bisa mengkandangnya di dalam kandang yang berukuran sedang lalu meletakan kandang tersebut agak tinggi.
  5. Saat di taruh di dalam kandang yang cukup tinggi tersebut sobat harus menaruh merpati secara berpasangan di dalam kandang, lakukan hal ini selama beberapa hari.


Nah, itulah tadi tentang cara membuat burung merpati cepat bertelur. Cara ini sudah saya lakukan sendiri pada burung Merpati milik saya, semoga bermanfaat.







Monday, July 9, 2018

Jenis Jenis Burung Punai dan Keunikanya

Jenis Jenis Burung Punai dan Keunikanya 


Burung Punai atau dalam bahasa inggris di sebut (Green Pingeon) ini merupakan salah satu jenis burung hutan yang yang memiliki penampilan tubuh yang sangat cantik. Burung Punai ini merupakan jenis burung yang masing masuk kedalam keluarga genus burung merpati.

Jika di lihat dari penampilan dan bentuk tubuhnya, burung Punai ini memiliki sedikit perbedaan yang mencolok dengan burung Merpati. Jika burung Merpati hanya memiliki ragam warna yang hanya satu atau dua jenis saja, namun burung Punai ini memiliki ragam warna bulu yang lebih bervariasi. Seperti warna hijau, kuning, orange, merah, hitam dan biru.

Namun, variasi warna tersebut hanya terdapat pada jenis burung Punai jantan saja, dan tidak terdapat pada jenis burung Punai betina yang hanya memiliki variasi warna hijau saja. Hal inilah yang menjadi perbedaan mendasar dari jenis burung Punai jantan dan betina.

Untuk habitatnya sendiri burung Punai ini dapat di temukan di
daerah bagian Asia Tenggara seperti Indonesia, Vietnam,
Singapura, Thailand, Filipina, Cina, Malaysia, dan Kamboja.
Burung Punai ini umumnya berhabitat asli di bagian hutan
pantai, hutan magrove, hutan sekunder, hutan rawa-rawa, perkebunan yang berpohon jarang, di sekitar pemukiman, tempat-tempat terbuka dan juga
lembah yang memiliki ketinggian sampai dengan 1500 dpl.

Di Indonesia sendiri burung Punai ini memiliki beberapa jenis yang tersebar luas di hutan-hutan lebat di beberapa daerah seperti Kalimantan, Sulawesi, Sumatra dan Pulau Jawa.

Pada saat membuat sarang burung Punai biasanya membuat sarang di pepohonan yang memiliki ketinggian yang cukup extrim yaitu mencapai 5 sampai 10m. Pada saat membuat sarang, burung Punai merupakan burung yang terkenal pemalasnya saat membangun sarangnya, bisa di lihat dari bentuk sarangnya saja, sarang burung Punai hanya terbentuk dari ranting-ranting yang sangat tipis dan mudah hancur, sampai-sampai jika dilihat dari luar, telur-telurnya akan tampak terlihat jelas.

Baiklah, untuk teman-teman yang penasaran dengan jenis-jenis dan ragam burung Punai yang ada di Indonesia, silahkan simak ulasanya berikut ini.

Punai Penganten (Treron griseicauda)

Yang pertama yaitu jenis burung Punai Penganten. Jenis burung Punai yang satu ini memiliki karakteristik seperti berikut, burung Punai penganten jantan memiliki ciri-ciri warna pada bagian bahu berwarna merah padam, dan pada bagian kepalanya berwarna abu-abu.

Sedangkan pada jenis burung Punai penganten betina memiliki warna yang hampir sama hanya saja, warna pada bagian wajahnya berwarna hijau muda. Dan untuk warna ekor dari Punai penganten jantan dan betina berwarna hijau pada bagian tengah ekornya dan pada warna bagian luarnya berwarna abu-abu.

Punai Salung (Treron oxyura)

Jenis burung Punai Salung ini memiliki ciri-ciri yaitu berwarna hijau muda dengan sedikit warna abu-abu pada seluruh bagian tubuhnya. Dan memiliki satu keunikan yang tidak di miliki jenis burung Punai yang lainya yaitu memiliki bentuk ekor yang panjang dan agak runcing. Dengan jenis Punai Salung jantan memiliki ciri-ciri warna pada bagian tengkuk atau bagian belakang leher berwarna biru kebiruan.

Punai Lenguak (Treron curvirosra)

Jenis burung Punai yang tersebar di Indonesia salah satunya yaitu Punai Lenguak. Burung Punai Lenguak memiliki ciri-ciri seperti berikut, Keunikan jenis burung Punai Lenguak ini yaitu terdapat pada bentuk paruhnya yang mana bentuk paruhnya berukuran agak lebih besar.

Pada jenis burung Punai Lenguak jantan memiliki ciri-ciri warna merah padam pada bagian bahu, dengan ciri khas mahkota yang berwarna abu-abu dengan pangkal paruh yang berwarna merah. Sedangkan pada jenis burung Punai betina memiliki warna hijau yang tersebar pada selur tubuhnya dengan warna mahkota yang berwarna abu-abu. Baik itu pada jenis burung Punai Lenguak jantan ataupun betina sama-sama memiliki waran pada tengah bagian ekornya berwarna hijau dengan warna bulu luarnya yaitu abu-abu.

Punai Gagak (Treron sphenura)

Jenis burung Punai Gagak jantan yaitu memiliki warna pada bagaian tubuhnya berwarna hijau muda dengan warna bahaunya yaitu merah padam. Sslain itu juga jenis Punai Gagak Jantan memiliki warna mahkota dan dadanya berwarna kuning emas.

Sedangkan pada jenis burung Punai Gagak Betina memiliki warna hijau sepenuhnya dengan warna pada bagian mahkotanya yaitu hijau muda.

Punai Siam (Treron bicincta)

Selanjutnya yaitu jenis burung Punai Siam, burung Punai Siam memiliki ciri-ciri yaitu pada Punai jantan memiliki kepala berwarna
hijau muda dengan leher merah muda, dada orange, dan tengkuk berwarna abu-abu. Sedangkan pada Punai Siam betina memiliki ciri-ciri  kepala dan leher berwarna hijau dengan tengkuk berwarna abu-abu. Dan juga pada bagian ekornya berwarna kehitaman.

Punai Gading (Treron vernans)

Selanjutnya yaitu jenis Punai Gading, jenis Punai gading memiliki ciri-ciri seperti berikut yaitu pada jenis Punai Gading jantan memiliki kepala berwarna
abu-abu, leher merah jambu, dan pada bagian dada berwarna range. Sedangkan pada jenis Punai Gading betina berwarna hijau dengan tubuh bawah berwarna lebih muda. Dan warna pada bagian ekornya yaitu berwarna abu-abu.

Punai Bakau (Treron fulvicollis)

Jenis Punai Bakau memiliki ciri-ciri seperti berikut, jenis Punai bakau jantan memiliki kepala dan dada berwarna coklat dan bahu dan punggung berwarna merah padam. Sedangkan pada Punai Bakau betina memiliki warna yang mirip dengan Punai Bakau jantan, hanya saja pada bagian tengkuknya berearna hitam.

Punai Besar (Treron capellei)

Berbeda dengan jenis Punai yang lainya, burung Punai yang satu ini memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, dengan kaki yang berwarna kuning. Punai Besar jantan memiliki dada yang berwarna orange dan tungging berwarna coklat, sedangkan si betina mirip jantan dengan warna yang sedikit lebih buram.

Punai Kecil (Treron olax)

Dilihat dari namanya saja, tentunya sudah terbayang di benak sobat bukanbahwa ukuran tubuh dari jenis burung Punai ini yaitu lebih kecil. Pada burung Punai kecil jantan memiliki kepala yang berearna abu-abu, pada bagian dadanya berwarna  orange, dan pada bagian bahu serta punggungnya berwarna  merah padam.
Baca Juga: Jenis Burung Kolibri Yang Hidup di Indonesia
Sedangkan pada jenis Punai Kecil betina berwarna hijau dengan warna mahkota abu-abu serta bagian dada dan perut berwarna hijau muda. Dan pada bagian ekornya berwarna kehitaman.


Thursday, July 5, 2018

Jenis Burung Tekukur Yang Hidup dan Berkembang di Indonesia

Jenis Burung Tekukur Yang Hidup dan Berkembang di Indonesia

Jenis jenis Burung Tekukur Yang Memiliki Keunikan Tersendiri - Burung Tekukur merupakan jenis burung kicau yang hidupnya sangat familiar di lingkungan manusia tinggal. karna tidak jarang burung Tekukur ini sering di temui berkeliaran untuk mencari makan di perkebunan warga seperti di persawahan atau di perkebunan jagung sampai-sampai juga biasanya mereka sering dapat di temukan di pekarangan rumah warga.

Di indonesia sendiri burung Tekukur memiliki beberapa jenis dan ragamnya yang mungkin sobat sekalian belum pernah melihatnya, karna sebagian besar jenis burung Tekukur ini hidupnya hanya terdapat di bagian hutan saja. Untuk itu pada kesempatan kali ini saya akan mengulas beberapa jenis burung Tekukur yang hidup di hutan indonesia.

Jenis-jenis Burung Tekukur Yang Hidup dan Berkembang di Indonesia


1. Burung Tekukur Jenis Punai (Treron)


Yang pertama yaitu jenis burung Tekukur Punai. Burung Tekukur Punai merupakan salah satu jenis burung Tekukur yang hidupnya hanya terdapat di hutan-hutan tropis saja, hutan yang memiliki kelebatan pepohonan yang cukup dalam.

Burung Tekukur jenis Punai ini tidak hanya memiliki satu jenis saja, melainkan beberapa jenis yang berbeda-beda, yaitu Punai Besar, Punai Paruh Tebal, Punai Orange, Punai Kecil dan Punai Manten. Berbeda dengan jenis burung Tekukur yang biasa kita temui di pekarangan rumah kita, burung Tekukur jenis Punai ini memakan berupa buah-buahan saja, tidak memakan berupa biji-binian seperti jagung.

Selain itu juga jenis burung Tekukur Punai ini memiliki penampilan bulu yang lebih cantik dan menawan dibandingkan dengan jenis burung Tekukur yang biasa kita lihat, yang hanya memiliki warna bulu yang dominan coklat saja. Untuk ukuran tubuhnya, jenis Tekukur Punai ini memiliki ukuran tubuh 25 sampai 30 cm.

2. Burung Tekukur Jenis Katik-Katikan


Yang selanjutnya yaitu jenis burung Tekukur Katik-Katikan, tidak berbeda jauh dengan jenis burung Tekukur Punai, jenis burung Tekukur Katik-katikan inipun hidupnya hanya terdapat di hutan-hutan lebat saja, kabarnya jenis burung Tekukur jenis ini sangat liar dan tidak gampang untuk di jinakan.

Jenis burung Tekukur Katik-katikan ini gemar memakan buah-buahan dan juga biji-bijian, di alam liar, burung Tekukur Katik-katikan hidup secara berkelompok, baik itu pada saat mencari makan maupun pada saat tidur. Ukuran tubuh jenis burung Tekukur Katik-katikan sekitar 15 hingga 35 cm.

3. Burung Tekukur Jenis Ducula atau Pergam-pergaman


Selanjutnya yaitu jenis burung Tekukur Ducula atau Pergam-Pergaman, jenis burung Tekukur inipun hanya bisa di temukan di kawasan hutan saja, burung Tekukur Pergam-pergaman ini memiliki ukuran tubuh yang lumayan besar yaitu berukuran antara 40 sampai 45 cm.

Burung Tekukur Jenis Pergam-Pergaman ini di alam liar memakan berupa buah-buahan dan juga biji-bijian. Burung Tekukur Pergam-pergaman ini memiliki ciri-ciri tubuh seperti berikut. Warna punggung burung ini berwarna coklat kemerah-merahan, ujung rkormya berwarna kelabu, mata dan paruh berwarna hitam pekat, dan juga memiliki suara kicauan yang sangat merdu.

4. Burung Tekukur Jenis Uncal-Uncalan


Yang selanjutnya yaitu jenis burung Tekukur Uncal-uncalan, jenis burung Tekukur Uncal-uncalan memiliki 6 jenis yang hidup dan menyebar di hutan indonesia. Burung Tekukur Uncal-uncalan ini banyak tersebar di hutan-hutan tropis di daerah pulau kalimantan, sumatra, jawa, sulawesi dan bali.

Di alam liar burung Tekukur Uncal-uncalan hidup secara berpasang-pasangan, dan juga pada saat membuat sarang, burung ini membuat serang secara bersama-samaan, dan hanya mengeluarkan telur sebanyak 2 butir telur saja. Burung Tekukur jenis Uncal-uncalan ini memiliki ukuran tubuh yang lemayan besar yaitu sekitar 40 cm.

Burung Tekukur Uncal-uncalan ini di alam liar gemar memakan buah-buahan dan juga biji-bijian, burung Tekukur Uncal-uncalan ini memiliki ciri-ciri seperti berikut ini. Warna tubuhnya berwarna coklat polos denganbercak hitam, dan juga pada bagian kepala sampai pada lehernya berwarna coklat polos.

5. Burung Tekukur Jenis Mabruk-mabrukan


Dan yang terakhir yaitu jenis burung Tekukur Mabruk-mabruk. Burung Tekukur jenis ini memiliki ciri-ciri yang paling berbeda dengan jenis burung Tekukur pada umumnya yaitu burung Tekukur ini memiliki ciri khusus yang memiliki bulu yang berdiri mirip seperti kipas di atas kepalanya.

Selain itu juga jenis burung Tekukur jenis Mabrukan ini memilimi ukuran tubuh yang sangat besar yaitu bisa mencamai 70 sampai 75 cm. Burung Tekukur Mabrukan di alam liar lebih gemar hidup secara individu dan suka memakan buah-buahan dan juga biji-bijian.

Nah, itulah tadi ulasan mengenai  beberapa jenis burung Tekukur yang hidup dan berkembang di Indonesia. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan sobat sekalian.